MUI Menghimbau agar Buku Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia Tidak di Edarkan lagi

Pada pertemuan silaturahmi antara ormas ABI atau Ahlul Bait Indonesia dan ormas MUI Majelis Ulama Indonesia di kantor MUI Pusat pada tanggal 3 Maret 2015 baru-baru ini terungkap bahwa MUI yang diwakili Prof. Dr. KH. Umar Shihab selaku Ketua MUI Pusat Bidang Ukhuwah Islamiyah yang ditunjuk oleh rapat harian pimpinan MUI untuk menemui delegasi Ormas Islam ABI mengatakan, Kita malu kalau ikut-ikutan mengatakan bahwa Syiah bukan bagian dari umat Islam,
Lalu bagaimana dengan buku Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia yang oleh sebagian kalangan diklaim sebagai terbitan resmi MUI?



 

 
Silaturahmi-ABI-dengan-MUI-660x330

Prof. Umar menjelaskan bahwa buku tersebut memang diterbitkan oleh oknum di Litbang MUI.

Jadi itu tidak resmi dari MUI. Kita sudah menghimbau agar buku itu tidak diedarkan lagi, paparnya.

Meski masih ada oknum MUI yang demikian, Prof. Umar menilai masih ada di MUI yang tetap menganggap Syiah bagian dari Islam.

Selain itu, kendala ukhuwah Islamiyah saat ini menurut Prof. Umar juga disebabkan adanya kelompok ekstremis baik di kalangan Sunni maupun Syiah.

Prof. Umar juga menyayangkan adanya orang-orang yang mengaku sebagai Syiah dan suka mencaci sahabat dan istri Nabi sebagai pihak yang potensial menjadi pemicu perpecahan.

Orang-orang seperti itu bukan bagian dari kita (Syiah). Sudah kita amputasi bahkan kita anggap mereka ini agen Zionis, tegas Ustaz Hasan Alaydrus menanggapi penuturan Prof. Umar.
Di akhir pertemuan, MUI dan ABI bersepakat untuk saling berlapang dada tentang masih adanya sebagian orang atau pihak-pihak tertentu yang mengabarkan bahwa Syiah itu di luar Islam. Mungkin saja mereka belum memahami jika para ulama dan tokoh besar dunia dalam Risalah Amman, Deklarasi Bogor, dan Piagam Mekkah telah berulang kali dengan tegas menyatakan bahwa Syiah adalah bagian dari Islam.

Demikian pula terhadap beberapa orang yang seringkali mengatasnamakan MUI dan menyatakan bahwa Syiah sesat, mesti dipahami bahwa sebenarnya mereka tidak mewakili suara resmi kelembagaan. Begitu seperti yang dilansir oleh http://ahlulbaitindonesia.org/

Leave a comment

Your email address will not be published.

*